Solusi Masalah Anak Agar Anak Mampu Mengatasi Masalah Secara Mandiri

Solusi Masalah Anak Agar Anak Mampu Mengatasi Masalah Secara Mandiri

Solusi Masalah Anak

Solusi masalah anak – Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan keunikan. Ada beragam suasana yang bisa tercipta dalam kehidupan anak-anak dalam tiap tingkatan usia. Hal ini juga selaras dengan tumbuh kembang dan pola asuh serta karakter dan kepribadian anak. Meski begitu anak-anak syarat dengan dunianya sendiri yang tentunya banyak warna. Warna kehidupan itu pula yang menjadikan kehidupan anak-anak memiliki masalah dan sekaligus seni dalam kehidupan yang beragam. Namun Anda tidak perlu kawatir meski masalah selalu ada, anda tetap bisa mendapat solusi masalah anak yang tepat asal mau mengusahakannya.

Setiap tahapan tumbuh kembang anak, akan senantiasa diwarnai dengan permasalahan yang berbeda-beda juga. Tidak hanya berkaitan dengan perkembangan fisik, namun juga perkembangan akal, mental, emosi dan juga keserdasannya. Pola asuh yang diterapkan dalam mensikapi proses tumbuh kembang sebaiknya mengarah pada sikap kemandirian anak. Hal ini penting karena masalah akan selalu datang dalam kondisi apapun dimanapun dan kapan pun.

Memberikan bekal kemandirian juga menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar. Dan untuk proses ini orang tua juga tidak bisa hanya memasrahkan masalah kemandirian ini pada sekolah atau tempat belajarnya. Memang ada peran yang bisa dilakukan oleh pendidik untuk membantu anak memiliki kemandirian, namun biasanya hanya dalam hal yang berkaitan dengan kebutuhan fisiknya saja. Seperti mandiri dalam belajar, mandiri dalam berpakaian dan mengurus dirinya. Mandiri dalam kebersihan dan kemandirian dalam menjaga barang pribadinya. Namun mandiri dalam hal yang kaitannya dengan spiritual, mental termasuk dalam mengatasi masalah menjadi tugas utama dari orang tua. Karena kemandirian ini tidak dijarkan di sekolah namun memegang peranan sangat penting dalam kehidupan anak.

Solusi Masalah Anak Berkaitan dengan Kemandirian

Solusi Masalah Anak

Seperti dilansir dari astaga.com bahwa setiap orang tua tentu ingin memiliki anak yang mandiri dan tangguh dalam arti bisa mengatasi dan mengelola masalah yang dihadapi. Tentu ini bukanlah hal yang mudah, mengingat sifat alamiah anak yang manja dan sangat ketergantungan pada orangtuanya.

Namun, semua tentu bisa diupayakan. Mengajarkan anak tentang pemecahan masalah (problem solving) justru bisa dilakukan sejak dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, yang mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik.

Lantas, bagaimana cara mengajarkan anak terutama yang masih kecil, untuk mengatasi masalahnya secara mandiri? Berikut ini tipsnya:

1. Metode permainan

Gunakan metode permainan agar lebih mengasyikkan dan membuat anak tidak merasa tertuntut dan tertekan dalam menerima pembelajaran tersebut. Manfaatkan media bermain anak sebagai tempat pembelajaran tersebut, seperti dengan cara bercerita atau pada kejadian sehari-hari.

2. Komunikasi dua arah

Jalinlah komunikasi dua arah yang baik antara orang tua dan anak. Keterampilan komunikasi yang dimiliki orang tua dapat memperlancar tujuan pembelajaran pada anak.

3. Biarkan anak belajar

Biarkan anak belajar memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupannya. Orang tua hanya memfasilitasi dan akan memberi bantuan jika anak benar-benar tidak mampu menyelesaikan masalahnya.

4. Melatih empati

Anak dengan usia 3-5 tahun sudah mulai bisa menunjukan rasa empatinya terhadap orang lain. Jadi, jangan heran ketika ia melihat keluarga atau temannya disakiti ia akan menangis atau kesal.

Akan tetapi, terkadang juga masih muncul sifat egoisnya. Nah, untuk mengasah kemampuan si anak mengenali perasaan orang lain, ajaklah anak untuk mengenali bahasa tubuh dan ekspresi yang dimunculkan oleh orang lain.

Dari sini, anak-anak akan bisa menghindari dan menentukan perbuatannya terhadap orang lain sehingga masalah bisa dihindari.

5. Asah kemampuan

Asah kemampuan anak untuk dapat memilah dan memilih situasi dengan mengajukan sebuah pertanyaan. Hal ini tentunya dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi dan menghindari pertengkaran pada si anak yang akan memicu masalah.

Seperti misalnya, tanyakan apa yang terjadi, mengapa masalah tersebut terjadi dan lain-lain.

Jika anak masih mengalami kesulitan untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan masalah, maka berikan mereka pilihan solusi.

6. Selesaikan masalah dengan berbicara

Berikan pemahaman pada anak tentang bagaimana menyelesaikan masalah yang baik. Tidak perlu ada agresi fisik seperti memukul, mencubit atau menggigit. Penyelesaian masalah bisa dilakukan dengan dialog.

Berikan contoh pada anak tentang bagaimana mengontrol sikap. Anda juga bisa menyelesaikan masalah yang melibatkan balita anda dengan mengajaknya  berdiskusi. Cara ini diharapkan bisa ditiru oleh si anak dan diserapnya untuk kemudian bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

7. Identifikasi masalah

Solusi Masalah Anak

Bantu anak untuk mengidentifikasi masalahnya sendiri. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui masalah yang sesungguhnya dan orang tua dapat membantu anak untuk menentukan hal yang selanjutnya bisa ia lakukan.

Misalkan ketika anak bertengkar dengan temannya, minta anak untuk duduk bersabar dan tanyakan masalah apa yang sebenarnya terjadi. Jika masalahnya dipicu karena salah paham, maka Anda bisa meminta anak untuk kembali bersama dengan teman-temannya dan bermain bersama kembali.

8. Usahakan untuk tidak ikut campur

Ketika anak menengahi pertengkaran teman-temannya. Maka, coba hargai pendapat anak dan berikan mereka kepercayaan bahwa ia akan menemukan solusinya. Berikan waktu untuk dapat menengahinya. Meski tak jarang hal ini akan membuat ia berlari dan meminta bantuan orang dewasa, akan tetapi tetap berikan ruang dan kepercayaan.

Ketika anak datang menghampiri Anda untuk meminta bantuan agar bisa menengahi pertengkaran temannya, cobalah ajukan beberapa pertanyaan padanya. Dengan begitu, umumnya anak-anak akan dapat menerima solusi yang diusulkan oleh orang dewasa. Misalnya dengan mengatakan, “Kalo menurut mama, daripada kalian bertengkar gara-gara ingin satu kelompok, lebih baik bermain bersama-sama sayang.”

9. Selalu support anak untuk menyelesaikan masalahnya

Meskipun masih kecil dan masih anak-anak, bukan berarti mereka tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Asal ada usaha dan bantuan serta dorongan dari orangtua untuk melakukannya, perlahan namun pasti anak akan belajar bagaimana caranya menyesaikan sebuah konflik. Memang hasil yang diraih tidak akan sempurna, akan tetapi proses lah yang lebih penting, bukan hasil akhirnya.

10. Beri waktu pada anak untuk mencari jalan keluar

Jangan terlalu cepat ikut menyelesaikan masalah anak. Beri waktu padanya untuk memikirkan jalan keluar terbaik. Anak-anak yang terbiasa mengatasi masalahnya sendiri diharapkan lebih memiliki kepercayaan diri dan konsep yang lebih baik. Anak yang terampil dalam problem solving juga akan lebih mampu menerima tantangan, sehingga reaksinya dalam menghadapi kesulitan juga lebih baik dan bisa menghindari keputusan-keputusan yang negatif.

Selain bermanfaat untuk anak, pembelajaran problem solving pada anak juga memiliki pengaruh besar pada orang tua. Antara lain, orang tua tidak terus menerus merasa khawatir bila anaknya tidak sedang berada di dekatnya. Karena anak sudah terlatih untuk membiasakan dirinya menyelesaikan masalah, bisa berkembang sebagai anak mandiri dan tidak cengeng. Ini akan sangat bermanfaat dalam pembentukan karakternya yang positif. 

*******

Anda ingin mendapatkan solusi masalah anak agar anak mandiri cerdas dan berprestasi? Jika Anda sudah menerapkan 10 metode tersebut diatas agar anak bisa memecahkan masalahnya sendiri, namun hasilnya belum maksimal bahkan belum ada perubahan sama sekali maka kami rekomendasikan solusi masalah anak secara praktis yang sudah terbukti bermanfaat untuk ribuan anak yang memiliki masalah di Indonesia. Solusi tersebut dikenal masyarakat dengan nama Kapsul Kecerdasan Bioenergi.

Kapsul Kecerdasan Bioenergi Merupakan sarana untuk meningkatkan kecerdasan terpadu baik kecerdasan akademis, emosional, mental maupun spiritual. Energi bioelektromagnetik yang ada dalam kapsul kecerdasan mampu meningkatkan fungsi perkembangan sel otak menjadi lebih aktif, dimana perkembangan sel  otak yang aktif akan sangat bermanfaat bagi siapapun tidak hanya bagi anak tapi juga orang dewasa untuk meningkatkan kualitas hidup dan kecerdasannya.

Selain meningkatkan fungsi otak, energi dalam kapsul kecerdasan meningkatkan daya pikir, daya ingat, dan kreatifitas. Bahkan mampu membuat hati dan pikiran lebih tenang karena ada keseimbangan antara otak kiri, otak kanan, otak spiritual maupun otak ilahiah. Sehingga mampu meningkatkan konsentrasi dan fokus, badan lebih sehat, daya tahan tubuh meningkat, lebih aktif dan bersemangat dalam menjalankan aktivitasnya. Kualitas spiritual meningkat mampu mengendalikan emosi dengan baik dan berbagai manfaat lainnya. Kapsul Kecerdasan Bioenergi merupakan trobosan spiritual baru dalam bidang kecerdasan. Bukan sekedar vitamin atau nutrisi otak namun menjadi sarana kecerdasan terpadu.

Baca: Kapsul Kecerdasan Bioenergi Untuk mengatasi Masalah Putra Purti Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hubungi kami di WhatsApp