Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Anak Malas Belajar?

Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Anak Malas Belajar?

Anak Malas Belajar

Anak malas belajar tentu saja menjadi masalah tersendiri bagi para orang tua. Tidak mudah mengarahkan anak agar tidak malas atau rajin belajar. Orang tua harus cerdas dalam mencari solusi masalah anak malas belajar ini karena proses belajar ini membutuhkan kesadaran. Dimana dalam hal kesadaran diri pada anak akan sulit ditemukan karena anak memiliki dunianya sendiri. Untuk itu orang tua harus mampu menyentuh sisi lain dari anak yang malas belajar sehingga bisa menemukan cara mengatasi masalah anak malas belajar ini dengan pendekatan yang tepat.

Belajar juga tidak bisa dipaksakan, apalagi untuk menumbuhkan kesadaran agar anak rajin belajar tidaklah mudah. Tentu saja di tahap awal kita harus tahu cara memahami karakter anak, dan selanjutnya mencari penyebab mengapa anak malas belajar. Ini adalah masalah yang sensitif karena apabila kita salah dalam bersikap kepada anak, dan tidak pandai mengambil hati mereka justru bisa merusak hubungan. Karena tujuan dari tindakan awal kita membuat anak  menyadari bahwa belajar adalah kebutuhannya.

Jika kesalahan terjadi, bukannya anak jadi rajin belajar, malah bisa – bisa anak akan melawan orang tuanya. Oleh karena itu kita harus mengetahui penyebab anak menjadi malas belajar, dan mencari solusinya yang bisa diwali dengan pengatasi penyebabnya tersebut dengan penuh kebijaksanaan.

Penyebab anak malas belajar menurut para ahli

Anak Malas Belajar

Ada dua faktor utama yang membuat anak malas belajar. Dua faktor tersebut yaitu faktor interen dan faktor eksteren.

Faktor interen adalah faktor dari dalam diri anak. Artinya bahwa yang menyebabkan anak menjadi malas berasal dari dalam dirinya sendiri. Sebaliknya faktor eksteren adalah faktor dari luar. Artinya bahwa penyebab anak malas belajar berasal dari luar dirinya seperti lingkungan keluarga, orang tua, teman, sekolah dan masyarakat.

Sebagaimana dilansir dari www.karyatulisku.com, bahwa penyebab anak malas belajar adalah sebagai berikut:

Menurut spielgaben ada 10 alasan yang membuat anak malas untuk belajar yaitu:

1. Kesulitan untuk berkonsentrasi.

Tanda yang yang menunjukan bahwa anak anda memiliki masalah dalam berkonsentrasi yaitu ia tidak bisa membaca buku atau pelajarannya dalam waktu yang lama. Ia mudah kelelahan saat belajar, atau mudah ngantuk bahkan sering menguap. Itu artinya anak membutuhkan energi yang lebih dalam belajar.

solusi untuk mengatasi hal tersebut yaitu memberikan dia latihan untuk meningkatkan konsentrasinya.

Beberapa terapi untuk meningkatkan kemampuan belajar seperti terapi lilin, terapi mencium bau, dan berbagai macam terapi lainnya dapat dijadikan solusinya. Terapi dengan musik kecerdasan, atau refleksi kecerdasan akan memberi dampak positif bagi peningkatan konsentrasi belajar anak. Selanjutnya ciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak dalam belajar, karena hal ini akan membantu ia lebih berkonsentrasi. Seperti tidak menyalakan televisi ketika anak belajar. Dan orang disekitarnya tidak bermain Hand Phone.

2. Tidak merasa nyaman dengan lingkungannya

Penyebab lainnya yang membuat anak menjadi malas belajar yaitu kenyamanan dari lingkungannya. Ketika anak belajar, kemudian dia mendapati suara berisik yang mengganggu konsentrasinya maka ia tidak akan nyaman untuk belajar. Hal lain disebabkan tidak adanya stimulus pada lingkungan ruang yang dapat menarik anak untuk belajar, bahkan cahaya ruang yang terlalu redup dapat membuat anak lebih nyaman untuk tidur dari pada belajar.

Menyiapkan ruangan yang nyaman buat anak belajar adalah solusinya. Siapkan ruangan khusus untuk anak belajar, pastikan bahwa ruangan tersebut bebas dari gangguan-gangguan suara yang berisik. Menempatkan beberapa gambar atau poster serta barang-barang lain yang dapat memberikan stimulus anak dalam belajar adalah cara lain meningkatkan semangat anak dalam belajar. Dan yang tidak boleh terlupakan yaitu mengatur ruangan agar cukup cahaya.

3. Tidak Menyukai Pelajaran yang Ia Pelajari

Tidak semua bidang studi yang ada di sekolahan di sukai oleh anak. Beberapa anak mungkin memiliki mata pelajaran faforit dan sebagian menjadi pelajaran yang tidak ia sukai. Hal itu wajar karena sifat manusia adalah menyukai sesuatu dan tidak menyukai sesuatu. Dan perasaaan suka itulah yang akan membuat anak akan terstimulasi untuk rajin belajar.

Misal ada anak yang tidak menyukai mata pelajaran matematika. Ketidak sukaan tersebut membuat anak malas setiap harus belajar matematika.

Maka yang harus orang tua lakukan yaitu merubah pandangan anak yang sebelumnya tidak menyukai matematika menjadi menyukai matematika. Membuat matematika menjadi menyenangkan adalah salah satu solusinya, temani anak belajar dan mengajari matematika dengan bermain game akan lebih baik. Selain itu mengajarkan matematika dengan melihat fungsinya dalam. Kehidupan sehari-hari akan membuat anak memahami berapa pentingnya untuk belajar matematika.

4. Tidak merasa tertantang dengan materi pelajaran yang ada

Anak-anak yang cerdas dan pintar terkadangakan cepat merasa bosan dengan suatu yang monoton. Ia memerlukan tantangan sebagai daya tariknya termasuk variasi pelajaran yang membuatnya memerlukan sesuatu. Jika anak sampai bosan tentu itu kurang baik untuk perkembangan anak.

Meski anak kita sudah pintar dan cerdas, kita menginginkan anak untuk terus berkembang menjadi lebih baik. Tentu saja kita tidak menginginkan anak malas belajar. Untuk mengatasi hal itu, ide yang dapat dilakukan untuk membuat anak tertantang dalam belajar yaitu memberikan test yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Ide lain yaitu menetapkan tujuan yang harus di capai oleh anak. Setting tujuan dalam belajar bersama anak (yang lebih tinggi dari kemampuan anak) dan berikan waktu pada anak untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

Hal diatas akan membantu ia menjadi lebih tertantang dan termotivasi untuk belajar dan mencapai tujuan mereka. Jika cara di atas dirasa belum mampu meningkatkan motivasi anak dalam belajar, maka menambahkan lebih banyak tantangan dapat menstimulus otak untuk lebih keras dalam belajar.

2. Anak tidak percaya bahwa usahanya akan meningkatkan kemampuannya

Anak Malas Belajar

Jika anak tidak percaya bahwa usahanya dalam belajar tidak meningkatkan kemampuannya. Dia tidak akan memiliki motivasi untuk belajar. Motivasi seperti ini harus di tanamkan dan senantiasa ada dalam pikiran anak-anak kita. Tanamkan pula pemahaman bahwa belajar adalah tugas manusia untuk seumur hidup.

Jika seorang anak percaya bahwa belajar itu cepat dan mudah, kemudian saat belajar suatu hal dia menemukan materi yang sulit di pelajari. Itu akan mengubah kepercayaan mereka dan membuat motivasi belajar mereka berkurang. Begitupun jika anak percaya bahwa pengetahuan itu adalah suatu ilmu bawaan. ia percaya bahwa orang pintar itu memang dari asalnya, misal saya seorang penulis (saya tidak perlu belajar karena saya sudah pintar belajar) sedangkan saya tidak bisa matematika maka tidak perlu belajar matematika karena itu sia-sia.

Kepercayaan seperti itu tentu membuat anak menjadi malas belajar. Dan hal itulah yang harus orang tua atasi. Jika kasus tersebut terjadi pada anda. Maka ide untuk mengatasi hal ini yaitu dengan menyiapkan strategi belajar yang dapat membuat anak tertarik. Buat pembelajaran yang mudah dan memberikan hasil pada anak. Sebaliknya jangan berikan materi yang terlalu sulit untuk dia.

Misalkan anak anda merasa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan dia tidak bisa mengerjakannya. Maka buatlah beberapa soal yang mudah. Ajarkan pada mereka dan berikan mereka kesempatan untuk menjawab soal tersebut. Pastikan bahwa soal yang Amda berikan adalah soal yang bisa dikerjakan oleh anak. Sehingga menambah keyakinan anak bahwa dengan belajar mereka bisa mengerjakan soal-soal tersebut.

Terakhir berikan feedbeck dengan nasehat-nasehat yanv memotivasi mereka bahwa mereka bisa melakukan hal-hal hebat dengan belajar. Buat mereka percaya bahwa setiap usaha yang mereka lakukan akan memberikan hasil yang sebanding. 

6. Tidak Mendapatkan Imbalan sesuai dengan usaha yang dia keluarkan

Layaknya orang dewasa jika kita mengerjakan tugas yang berat kemudian seseorang memberikan imbalan yang kecil tentu itu tidak sesuai dengan usaha yang telah kita keluarkan. Maka motivasi kita untuk mengerjakan tugas tersebut menjadi hilang. Begitupun pada anak kita, jika dia merasa bahwa usaha mereka tidak sebanding dengan reward yang ia harapkan, ia akan kehilangan motivasi untuk memberikan usaha-usaha terbaiknya.

Misal dalam kelas ia diberikan tugas dari guru nya untuk belajar materi sejarah perang dunia ke II. Setelah anak belajar, guru memberikan latihan atau ujian pada siswa. Ketika siswa mendapatkan nilai bagus dari ujiannya namun guru tidak memberikan reward atau bahkan memasukan nilai tersebut pada kolom nilai siswa. Hal tersebut dapat menghancurkan motivasi siswa untuk belajar karena dia merasa bahwa hasil belajarnya tidak dihargai sama sekali. Usaha keras yang telah ia keluarkan tidak mendapatkan imbalan yang sepadan.

Akibatnya pada hari-hari kedepannya dia tidak termotivasi sama sekali untuk belajar. Untuk mengatasi hal tersebut maka memberikan reward yang sesuai dengan usaha yang telah dicurahkan anak adalah cara terbaik. Buat beberapa goal untuk anak dan berikan hadiah pada setiap tujuan yang telah ia capai.

7. Gagal Mencapai Tujuan

Terkadang anak sudah belajar dengan keras, fokus dengan penuh konsentrasi tetapi ia tidak mencapai tujuan yang sudah di tetapkan. Dengan kata lain anak tersebut telah gagal mencapai tujuan belajar. Jika itu terjadi motivasi anak akan belajar menjadi berkurang.

Tugas yang harus dilakukan orang tua bukan memberikan komentar negatif atau memarahi anak karena gagal mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Orang tua harus membuat anak tetap fokus dan mencapai tujuan yang dapat anak capai. Apapaun yang telah dicapai oleh anak harus tetap diberikan apresiasi. Meski saat memberikan apresiasi kepada anak di serati juga nasehat agar anak lebih memahami kekurangannya dan maumemperbaikinya. Bila perlu ajak anak berdiskusi untuk kemudian membuat kesepakatan mengenai apa yang jharus dilakukannya saat belajar, termasuk mencoba strategi dan trik yang berbeda sehingga anak tetap mau belajar.

8. Tidak belajar dengan baik bersama guru di sekolah

Beberapa anak dapat bekerja sama dengan baik dengan guru mereka saat di sekolah, namun terkadang ia tidak belajar dengan baik dengan gurunya. Dalam kondisi tersebut itu dapat membuat anak memberontak atau mundur. Hal ini bisa diakibatkan karena anak merasa kurang diberi kesempatan atau tidak dihargai kemampuannya. Tentu hal tersebut bisa memberikan dampak negatif yang berkepanjangan. Bayangkan saja jika anak belajar dengan guru yang membuatnya tidak nyaman. Dan bayangkan jika guru tidak memperhatikan kondisi tersebut.

Oleh sebab itu jika kasus ini menimpa diri anda, maka berkomunikasi dengan bapak/ibu guru mereka adalah solusi terbaik. Sampaikan dengan segala hormat bahwa ada masalah yang di hadapi oleh anaknya di sekolah. Diskusikan dan temukan solusi yang tepat untuk perkembangan anak. Perubahan-perubahan akan diperlukan dalam hal ini untuk menumbuhkan kembali semangat anak dalam belajar.

9. Gaya belajar yang tidak tepat dengan anak

Setiap anak dilahirkan dengan keunikannya masing masing. Itu mengapa setiap anak itu berbeda. Jika anak itu tidak sama dengan anak lainnya. Begitupun dalam belajar setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda. Beberapa anak belajar dengan visual lebih baik, beberapa dengan audio lebih baik, atau belajar dengan lebih baik dengan gaya belajar kinestetik.

Ketika pembelajaran yang dilakukan di sekolah tidak sesuai dengan gaya belajar siswa maka hasil yang di peroleh tidaklah maksimal sehingga akan mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar.

Kembali lagi, karena ini bukan di bawah naungan orang tua saja. Melainkan juga dibawah tanggung jawab guru maka menjalin hubungan baik dengan guru menjadi alternatif solusinya.  Diskusi dan menyampaikan masalah-masalah dari anak menjadi hal yang sangat penting. Namun sebelumnya orang tua juga perlu untuk mengetahui gaya belajar dari anak mereka.

10. Terlalu lelah

Dapatkah kamu bayangkan jika anak harus bersekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Di rumah dia masih harus mengikuti berbagai macam kursus seperti musik, berenang dan lain sebagainya yang tentu menyita waktunya. Selain itu aktivitas bermain juga akan membuat tenaga anak menjadi terkuras.

Kehabisan tenaga dapat membuat anak menjadi malas dalam belajar. Ketika anak sudah menghabiskan tenaganya untuk hal-hal lain, dan di malam hari orang tua meminta anak untuk belajar maka akan ada saat dimana ia sudah terlebih dahulu kelelahan.

Untuk mengatasinya maka memenejemen waktu anak dengan tepat adalah solusi terbaik. Menetapkan waktu yang tepat untuk bersekolah, bermain, istirahat cukup dan belajar adalah hal yang dapat membuat anak dapat membagi tenaganya dengan tepat.

Sementara itu penyebab lain yang membuat anak malas bejar seperti dilansir dari www.educenter.id antara lain:

Anak Malas Belajar

1.  Cara Belajar

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, begitu pula cara belajarnya. Ada beberapa orang yang lebih suka belajar sambil mendengarkan musik, tapi ada juga yang hanya bisa belajar dalam kondisi hening. Nah, mungkin cara belajarnya yang perlu diubah sehingga ia bisa lebih rajin belajar.

Akibat cara belajar yang salah, materi sulit masuk dan terasa membosankan sehingga anak malas belajar. Anda mungkin bisa memberikan pemahaman pada anak tentang macam-macam metode belajar. Setelah itu mungkin anak akan menjadi kreatif untuk mencari tahu sendiri cara belajar yang diinginkan.

2. Masalah Pribadi

Meskipun masih kecil, jangan pernah menyepelekan masalah anak. Orang tua yang baik adalah mereka yang mau mendengar dan menjadi sahabat dekat anak.

Mungkin bagi orang tua, masalah yang dialaminya tergolong ringan, tapibagi anak masalah itu mungkin dianggap serius dan membebani. Bukan hanya malas belajar, kalau masalah yang dialami terus berlarut-larut tanpa penyelesaian yang baik, hal itu akan berdampak pada psikologi dan tumbuh kembang anak.

Kalau sudah begitu masalah akan semakin lebar dan sulit untuk diatasi. Untuk itu, kedekatan orang tua dan anak sangat penting yang dapat membantu pemecahan masalah sehingga anak dapat rajin belajar.

3. Tidak Merasa Nyaman dengan Lingkungan atau Pelajaran

Lingkungan tempat belajar juga menjadi alasan penting anak malas belajar, seperti rumah yang berada di pinggir jalan raya dapat mengganggu konsentrasi anak akibat kebisingan suara kendaraan yang melintas.Hal ini yang akan mengakibatkan anak malas belajar. Atau bisa juga karena lampu belajar yang redup dan membuat mata sakit saat akan membaca di malam hari.

Atau bisa juga anak malas belajar karena pelajarannya membosankan atau terlalu sulit baginya. Ini tugas orang tua dan guru untuk setidaknya memberikan pemahaman bahwa tidak ada pelajaran yang sulit. Mungkin cara mengajar yang perlu diubah agar tidak membosankan atau terlihat sulit.

4. Fasilitas Berlebih

Memberikan fasilitas pada anak boleh saja, asal masih dalam batas wajar. Memberikan fasilitas berlebih seperti ponsel dan laptop saat belum genap 17 tahun adalah salah satu fasilitas berlebih. Dengan cara itu justru anak akan menjadi malas belajar dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai mereka. Yang dibutuhkan bukan fasilitas, tapi perhatian Anda secara personal.

5. Pacaran

Bahkan mahasiswa atau murid SMA sedikit banyak akan mengganggu belajar apabila pacaran. Meskipun sebagian besar sudah dewasa dan mengerti bagaimana harus mengatur waktu. Lalu bayangkan kalau itu terjadi pada anak SMP, bahkan SD?

Solusi terbaik mungkin adalah dengan melakukan pendekatan yang lebih pada anak Anda. Bisa saja mereka sedang butuh perhatian tapi karena itu tidak didapat dari orang tua, mereka mencari perhatian di tempat lain.

Banyak hal yang menjadi penyebab anak malas belajar, tapi untuk tahu alasan sebenarnya Anda harus melakukan pendekatan langsung. Bisa saja ternyata ada hal yang yang tidak terduga membuat mereka malas.

*******

Berbagai hal yang menyebabkan anak malas belajar sebagaimana dijabarkan diatas diharapkan bisa memberi jalan keluar agar anak jadi lebih rajin belajar dan berprestasi. Namun pastinya itu tidak mudah butuh proses dan juga butuh sesuatu yang bisa menyentuk hati anak dan mampu menggerakkan hati anak agar rajin belajar. Anak juga butuh energi agar mampu menggerakkan hati dan pikirannya sehingga menjadi lebih patuh, mau menerima nasehat, tidak melawan dan bisa memiliki tanggung jawab dengan dirinya.

Energi penggerak tersebut bisa diperoleh dengan minum Kapsul Kecerdasan Bioenergi. Kapsul Kecerdasan Bioenergi mengandung energi bioelektromagnetik yang mampu meningkatkan perkembangan otak anak dan meningkatkan kecerdasan baik kecerdasan akademis, mental, kecerdasan emosi bahkan kecerdasan spiritual.  Sehingga anak akan lebih sehat, memiliki tanggung jawab dalam hidupnya dan juga paham hak dan kewajibannya dan lebih cerdas.

Kapsul Kecerdasan juga memberi manfaat untuk keseimbangan gelombang otak sehingga selain meningkatkan kinerja otak dan koordinasi syaraf otak dan tubuh juga meningkatkan sistem metabolisme dan kekebalan tubuh. Sehingga siapapun yang meminum kapsul kecerdasan bisa lebih mudah fokus, konsentrasi, hati dan pikiran tenang, lebih semangat, tidak malas, lebih percaya diri dan meningkatkan spiritualitas hidup. 

*******

Apapun masalah Anak/putra-putri Anda, segera konsultasikan kepada Bp. Syaiful Maghsri konsultan masalah anak dan dapatkan solusinya dengan Kapsul Kecerdasan. Intuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang manfaat kapsul Kecerdasan silakan >>klik Cara Optimasi Otak Anda.

Segera Datang dan Konsultasikan Masalah putra-putri Anda bersama Bapak HM Syaiful M. Maghsri. Untuk memastikan Anda akan bisa langsung konsultasi dengan Bapak Syaiful Maghsri. Kami akan jadwalkan dan atur waktunya, silahkan hubungi kami melalui HP/WA: 0853 2727 1999 (Ibu Eny)  0878 390 387 (ibu Efi) 0818 278 880 (Bp. Agus) atau (0274) 412446 (Office).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hubungi kami di WhatsApp