Bagaimana Mengatasi Masalah Anak Bandel atau Anak Susah Diatur?

Bagaimana Mengatasi Masalah Anak Bandel atau Anak Susah Diatur?

Mengatasi Masalah Anak Bandel

Apakah Anda memiliki anak, keponakan, adik, atau cucu yang bandel susah diatur. Sehingga orang tua dan orang-orang disekelilingnya seolah kehabisan energi meladeninya. Bahkan karena kebandelannya membuat orang tua stres, bingung, pusing dan kalangkabut? Anda tidak perlu cemas dan kawatir karena sesungguhnya setiap anak pada prinsipnya memiliki keunikan sendiri-sendiri dan karena sebab tertentu atau dipicu oleh suatu kesalahan kemudian anak jadi bandel susah diatur. Yang terpenting dalam mengatasi masalah anak bandel atau anak susah diatur adalah bagaimana anda menemukan cara dengan pendekatan yang tepat. Sehingga Anda bisa menemukan solusi masalah anak bandel ini lebih cepat dan efektif serta aman.

Perlu kita sadari bahwa sebagai orang tua terkadang kita kurang bisa berkomunikasi yang baik kepada anak. Sehingga kadang anak berpikir dengan caranya sendiri, padahal seharusnya anak kita selalu dalam bimbingan, pengawasan dan didikan kita. Hal itulah yang tanpa sengaja membuat anak sering bertindak semaunya sendiri sehingga berujung pada sikap yang bandel, susah diatur bahkan melawan.

Jika kondisi ini yang sudah terjadi, ditambah lagi anak semakin tidak bisa mengendalikan emosinya, maka orang tua yang harus menemukan cara bagaimana yang bisa mengatasi anak bandel susah diatur ini berubah menjadi lebih baik. Kebandelannya sesungguhnya menunjukkan bahwa anak tersebut memiliki kemauan dan punya kreatifitas dan pemikiran. Tinggal bagaimana orang tua melakukan pendekatan yang tepat sehingga apa yang menjadi kemauan anak lebih terarah keberadaannya dan tidak bandel lagi.

Baca juga: Sungguh, Kapsul Kecerdasan Ampuh Mengatasi Anak Nakal!

Hal-hal yang harus diperhatikan orang tua dalam mengatasi masalah anak Bandel

Mengatasi Masalah Anak Bandel

Ketika anak susah diatur alias bandel dan Anda kesulitan mengandalikannya karena Anda justru selalu mendapat perlawanan oleh anak, maka sebaiknya tenangkan diri Anda. Kemudian lakukan pendekatan dengan berusaha menenangkannya. Ketenangan yang Anda miliki akan lebih mudah mengalir kepada anak sehingga anak lebih mudah di kendalaikan. Yang terpenting jangan membuat anak merasa tertekan atau dipaksa untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Bila perlu berilah anak pemahaman dengan memberikan contoh-contoh atau teladan yang baik, dan akan lebih baik orang tua sendiri yang mencontohkan prilaku baik.

Hal tidak kalah penting untuk menjadi perhatian adalah mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh orang tua dalam rangka mendidik anak. Hal ini penting untuk dipahami agar setiap orang tua tidak salah langkah, tidak otoriter dan bisa melakukan hal yang memang diperlukan anak secara lahir maupun batin.

Jika saat ini Anda sedang kehabisan cara untuk mengatasi anak yang sulit diatur, berikut adalah beberapa hal yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan. Seperti yang dilansir dari https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/mendidik-anak-yang-sulit-diatur/ berikut ini:

Hal yang boleh dilakukan 

3 hal yang boleh dilakukan untuk mengatasi masalah anak bandel dan anak susah diatur antara lain:

1. Tidak ada salahnya bilang “YA”

Seringkali Anda langsung mengatakan tidak saat anak Anda meminta sesuatu yang aneh-aneh sebagai tanda pelarangan mutlak, yang tidak bisa diganggu gugat. Secara tak sadar, ini dapat membuat anak semakin berontak melawan keinginan orangtua karena merasa dikekang. Pemberian batasan memang perlu sebagai cara agar anak mau dan mampu menghargai suatu proses, atau sebuah akibat atau konsekuensi dari tindakan yang ia lakukan. Namun jika anak belum melakukannya dan kesalahan atau hal negatif belum terjadi, Anda tidak perlu membuatnya merasa tertekan dan ketakutan atau mematikan kreatifitas dan pemikirannya.

Berikan solusi dengan mencoba untuk menawarkan alternatif lain. Misalkan, jika anak Anda ingin corat-coret dinding, maka cari tahu dulu alasan kenapa mereka ingin corat-coret. Kemudian sarankan sebuah alternatif yang dapat diterima oleh mereka, misalkan menyediakan buku gambar, kanvas, dan lain-lain. Atau antisipasi dengan memberikan alat gambar yang nantinya bisa di bersihkan, atau malah bila perlu Anda terlibat untuk lebih memacu kreatifitasnya dengan mensuportnya dan menyediakan dinding khusus untuk anak bereksplorasi. Hal ini akan menunjukkan bahwa Anda mendengarkan keinginan mereka dan memperkuat kepercayaan mereka pada Anda dan menjadikan Anda sebagai “teman” dan bukan “lawan”.

2. Berilah penjelasan pada anak

Mengatasi Masalah Anak Bandel

Anak yang sulit diatur kadang bukan berarti mereka ingin melawan apa kata orangtua. Mereka mungkin hanya tidak mengerti kenapa Anda melarangnya berbuat demikian. Misalnya, Anda ingin melarangnya untuk main hujan-hujanan di lapangan. Daripada langsung dengan tegas menolak “Kamu nggak boleh ya, main ujan-ujanan!” dan mengunci pagar rumah, jelaskan padanya kalau ia main hujan-hujanan “nanti jadi masuk angin, padahal besok hari sekolah.” Dengarkan juga respon atau saran dari anak Anda. Hal ini akan membantu anak berpikir logis dan terbiasa mendengarkan Anda.

Anak jaman now juga cerdas-cerdas, jadi orang tua juga harus bisa memberikan alasan yang logis dan bisa diterima mereka. Ketika Anda memberikan alasan yang masih menyisakan tanda tanya dalam benak mereka kemungkinan besar mereka akan melakukan perlawanan. Kalaupun tidak membangkang, mereka akan mematuhi larangan yang Anda buat dengan rasa dongkol. Dan ini akan berakibat buruk. Karena bisa jadi anak akan membuat anak merasa dikalahkan secara paksa, orang tua seolah jahat dan kemungkinan terburuk anak akan memikirkan bagaimana cara membalas. Artinya akibat dari penjelasan tidak tepat juga bisa memberikan dampak buruk bahkan bisa memunculkan rasa dendam.

3. Jadilah orangtua, bukan teman

Memposisikan diri menjadi teman tidak salah, namun, dalam kondisi anak yang sedang sulit-sulitnya diatur Anda perlu berperan sebagai orangtua, bukan sebagai teman. Orang tua memiliki tugas mengayomi bukan hanya mengatur, karena itu menjadi orang tua lebih tepat daripada menjadi teman ketika anak sedang bandel. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mengajari mereka tentang segala sesuatu yang bisa terjadi dalam kehidupan. Ajari pula anak cara memperlakukan orang lain, bersikap baik, empati, menghargai, juga membahagiaakan oranglain yang pada ahirnya akan memberi perasaan bahagia pada diri kita sendiri.

Menjadi orang tua juga artinya mampu mengajarkan dan pelajaran yang paling mudah diterima adalah dengan mempraktekkan atau contoh langsung. Anda juga sebaiknya mengajarkan mereka tentang kedisiplinan, serta menetapkan batasan yang bisa menanamkan rasa percaya diri bahkan mandiri saat mereka belajar meniti jalan kehidupan mereka.  

Hal yang tidak boleh dilakukan 

5 hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang tuanya saat berhadapan dengan anak bandel atau anak sulit diatur antra lain:

1. Menghukum

Mengatasi Masalah Anak Bandel

Menghukum seringkali dijadikan alasan untuk mendisiplinkan anak yang sulit diatur. Perlu diketahui bersama bahwa, disiplin dan hukuman adalah dua hal yang berbeda. Disiplin merupakan sarana bagi orangtua untuk terlibat secara aktif terlibat dalam hidup anak guna membantu membentuk karakter moral dan kepribadian mereka. Sedangkan hukuman adalah tindakan yang berfungsi sebagai konsekuensi atas sebuah kesalahan yang telah dilakukan. Dan dalam banyak kasus, hukuman bisa memicu perasaan dendam..

Jadi, mengajarkan anak untuk disiplin tidak selalu harus dengan memberikan hukuman kepada mereka. Cari tahu alasan di balik perilaku mereka, pahami alasan bahwa setiap anak punya hak untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Kemudian ambil tindakan yang sesuai untuk memperbaiki keadaan termasuk menjaga emosi mereka. Lagipula, menghukum anak saat mereka sedang sulit-sulitnya diatur malah semakin membuat mereka merasa tidak nyaman dan memberontak. Jika itu yang terjadi Anda akan semakin kesulitan mengarahkannya dan bahkan sulit menemukan cara mengatasi masalah anak bandel dan susah diatur dengan tepat.

2. Berbohong

Meskipun terlihat sepele, namun, kebohongan kecil seperti, “mainannya nggak dijual”, “iya besok ya perginya”, dan bohong putih lainnya, bisa berdampak pada sikap anak yang tidak mau mendengar perkataan Anda. Lagipula, anak-anak Anda tidak sepolos yang Anda bayangkan. Mereka tentu tahu ketika Anda sedang berbohong dan mengingkari janji

Bagi seorang anak, melanggar ‘janji’ bisa mengikis kepercayaan dan akhirnya mereka akan berhenti mendengarkan apa yang Anda katakan. Mereka akan sulit menanamkan kepercayaannya kepada Anda. Ketika Anda berbohong tentang suatu hal, dan anak Anda tahu Anda berbohong maka anak akan menghindari sesuatu yang berkaitan dengan kebohongan Anda. Karena memori mereka akan kebohongan yang anda lakukan akan sulit terhapus meski Anda telah melupakannya. Bekas kebohongan Anda akan terus membekas dalam hati dan ingatan anak Anda dan membuatnya memiliki senjata untuk melawan Anda.

3. Memaksakan kehendak

Jika Anda ingin anak Anda mendengarkan Anda, maka Anda harus terlebih dahulu mulai mendengarkan mereka. Mendengar berarti masuk kedalam topik yang anak utarakan. Jangan menempatkan mereka dalam situasi yang tidak dapat mereka tangani hanya karena Anda merasa mereka ‘seharusnya’ melakukan hal tersebut. Hal tersebut membuat anak Anda tidak nyaman dan merasa keinginannya tidak didengar oleh orangtuanya.

Memaksakan kehendak kepada anak terlebih mengenai hal yang tidak anak sukai akan membuatnya antipati terhadap hal itu. Secara psikologis juga bisa memberi dampak traumatis. Mungkin orang tua hanya ingin mengarahkan anak tentang sesuatu yang harus dilakukan namun sebaiknya Anda tidak memaksa. Anak juga pasti punya penjelasan dan alasan mengapa mereka tidak mau melakukan sesuatu yang Anda paksakan.

4. Menakut-nakuti

Mengatasi Masalah Anak Bandel

Menakut-nakuti anak akan membuat anak berkecil hati. Dan dalam jangka poanjang justru akan membuat akan semakin minder dan tidak percaya diri karena ketakutannya. Anak juga bisa menjadi bersikap tertutup untuk menyembunyikan ketakutannya. Hal ini bisa menghambat perkembangan mental dan bahkan berpengaruh pada hormon tertentu yang dalam jangka waktu tertentu akan menghilangkan keceriannya.

Larangan yang diberikan kepada anak dengan kata jangan misalnya “Jangan makan permen, nanti giginya bolong” atau “Jangan main maghrib-maghrib, nanti diculik kuntilanak!” dan larangan lainnya akan membuat anak ciut nyalinya. Menakuti anak juga bisa membuat anak justru penasaran dan ingin mencoba apa yang menjadi larangan orang tuanya. Dan apabila apa yang menjadi hal untuk menakutinya tidak terbukti maka hancurlah rasa kepercayaan mereka terhadap orang tua. Menakut-nakuti anak dengan ‘teror’ yang Anda buat sendiri bisa membuat anak kehilangan sumber informasi yang mereka percayai, sehingga membuat mereka tidak mau mendengarkan ucapan Anda lagi.dampak buruknya Anak cenderung lebih bandel lagi, tambah melawan dan sulit diatur.

5. Membentak

Menurut para ahli, ada masalanya anak itumemiliki rasa ingin tahu yang besar. Sehingga apabila tanpa pendampingan yang tepat atau luput dari perhatian orang tua bisa jadi ia akan mencari tahu segala sesuatu sendiri. Dan tidak jarang sepak terjang anak ini akan sulit dikendalikan dan terkesan bandel serta selalu sulit diatur. 

Bila ini terjadi orang tua tidak boleh membentak anak dengan serta merta karena akan mempengaruhi mentalnya. Anak akan merasa tertekan dan takut serta minder. Dalam mengatasi anak yang sulit diatur dan bandel sebaiknya kita dengan kalimat yang lembut. Jangan sekali-kali membentak karena justru akan merusak syaraf motorik dan akan mempengaruhi kreatifitasnya. Dalam banyak kasus, anak yang sering dibentak oleh orang tuanya akan cenderung merasa ketakutan dan akan menghambat perkembangan sel otaknya. 

*******

Dengan mengetahui apa yang patut dilakukan orang tua terhadap anak termasuk apa yang harus dihindari dalam rangga mendidik anak agar tumbuh kembangnya sempurna. Sehingga anak tidak bandel dan susah diatur, maka orang tua bisa mengambil sikap dan langkah yang baik untuk solusi masalah pada anak-anak. Namun jika cara-cara tersebut diatas sudah Anda lakukan namun belum memberi manfaat maksimal, Anda juga masih kesulitan menemukan cara mengatasi anak bandel dan susah diatur, sehingga membuat Anda pusing dan stres konsultasikan masalah anak Anda kepada ahlinya. Bisa kepada konsultan solusi masalah anak, atau psikiater dan psikolog anak yang tepat.

Namun tentu Anda juga harus bersabar dengan prosesnya dan juga harus siap melakukan perubahan dan menerima hasil nya. Jika Anda membutuhkan solusi mengatasi masalah anak bandel dan susah diatur yang cepat, praktis dan efektif Anda biosa memanfaatkan kapsul Kecerdasan bioenergi. Anda juga bisa konsultasi terlebih dahulu dengan konsultan masalah anak Bp. Syaiful M. Maghsri, untuk mendapatkan solusi yang tepat .

Sehingga Anda tidak akan lagi dipusingkan dengan bagaimana mengatasi masalah anak bandel susah diatur. Karena Anda juga akan mendapat berbagai solusi masalah anak lainnya yang akan memberikan perubahan positif bagi tumbuh kembang anak. Anak akan lebih sehat, cerdas, berprestasi, shaleh/shalehah dan bisa menyongsong masa depannya dengan gemilang. Selengkapnya tentang Solusi masalah anak silakan klik>> Kapsul Kecerdasan cara efektif dan praktis untuk mengatasi masalah putra putri Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hubungi kami di WhatsApp