Cara Mengatasi Anak Nakal dengan Kapsul Kecerdasan

Cara Mengatasi Anak Nakal dengan Kapsul Kecerdasan

Cara Mengatasi Anak Nakal – Orangtua memiliki tugas dan tanggung jawab penting dalam mendidik anak. Tentu setiap orangtua selalu menginginkan anaknya memiliki sikap yang baik. Namun, dalam kenyataaannya tidak selalu demikian. Meski orangtua sudah memberikan pola didik yang baik dan sudah menyekolahkan ke lembaga pendidikan yang berkualitas namun tidak menjamin anak akan berkembang dengan memiliki sikap yang baik. Buktinya, sekarang ini ada banyak anak yang nakal dan susah diatur karena mendapat pengaruh negatif dari luar. Bagi Anda yang saat ini sedang mengalami masalah pada anak, jangan khawatir karena di bawah ini ada beberapa cara mengatasi anak nakal yang dapat  dilakukan.

Cara Mengatasi Anak Nakal dengan Kapsul Kecerdasan

1. Berikan pendidikan agama yang kuat

Memberikan pendidikan agama sedini mungkin adalah cara mengatasi anak nakal. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajarkan anak berdoa, memperdengarkan lagu-lagu keagamaan, melakukan ritual keagamaan secara bersama-sama dengan anggota keluarga, dan sebagainya. Contohnya, bagi anak muslim dapat diajarkan sholat, menghafalkan doa-doa Islami, beribadah ke masjid, mendengarkan shalawat, dan sebagainya. Dan, bagi anak nasrani bisa diajarkan untuk berdoa, mengikutkan ke sekolah minggu, mengajak beribadat ke gereja, memperdengarkan lagu-lagu gereja, dan sebagainya. Dengan mengajarkan anak pondasi agama yang kuat maka akan membentuk perilaku anak yang berbudi luhur, bertaqwa, dan beriman. Dengan harapan ilmu agama inilah yang akan memperkuat dan menjaga anak dalam menjalani proses kehidupannya.

Baca Juga : 6 Doa Bentuk Utama Kasih Sayang Ibu kepada Anaknya

2. Memberikan contoh yang baik bagi anak

Orangtua adalah teladan bagi anak. Karena itu, memberikan contoh yang baik adalah salah satu cara mengatasi anak nakal yang dapat dilakukan oleh para orangtua. Bagi anak, orangtua adalah role model. Anda tidak bisa memperbaiki sikap anak dengan menggunakan perkataan atau amarah, namun berikanlah contoh pada anak, lalu berikan pengertian bahwa apa yang sudah anak lakukan adalah tidak baik atau keliru. Dengan cara ini akan mudah diterima oleh anak.

3. Beri pengertian dengan bahasa yang halus

Sebagai role model, orangtua harus memiliki sikap dan gaya bahasa yang benar-benar patut dicontoh oleh anak. Berbahasa dan berbicara dengan halus dipercaya sebagai salah satu cara mengatasi anak nakal. Untuk itu, saat berbicara atau memberikan pengertian pada anak, gunakanlah bahasa yang halus dan lembut. Hindari kata-kata yang keras dan kasar, jangan pakai intonasi tinggi atau berteriak. Dengan sikap ini maka anak-anak pun akan meniru gaya bahasa Anda yang lembut dan sopan.

4. Lakukan pendekatan dengan anak

Melakukan pendekatan dengan anak secara tepat tentu sangat dibutuhkan oleh setiap orangtua karena hal ini menjadi cara mengatasi anak nakal. Lakukan pendekatan secara halus dengan memberikan nasihat-nasihat bijak agar anak bisa mengubah sikapnya menjadi lebih baik. Memang cara mengatasi anak nakal tentu membutuhkan kesabaran yang besar, namun janganlah bosan untuk melakukannya karena demi kebaikan diri anak Anda sendiri.

5. Selalu bersikap tenang

Senakal apa pun anak Anda, upayakan untuk tetap bersikap tenang dalam menghadapinya. Hal ini juga menjadi salah satu cara mengatasi anak nakal. Ketika Anda menemukan anak Anda bertingkah nakal, janganlah bertindak kasar, seperti berteriak, memarahi, atau memukul, tapi tetaplah tenang menghadapinya. Secara baik-baik, ajaklah anak Anda untuk bicara dari hati ke hati, lalu berikan pemahaman kepada anak bahwa apa yang ia telah lakukan tidaklah baik. Jika Anda merespons kenakalan anak Anda dengan amarah  ataupun emosi maka anak akan merasa tersudut sehingga tidak akan mengubah sikap tersebut karena ia sudah dinilai salah oleh Anda.

6. Berikan punish anda award

Terkadang hukuman (punish) dan hadiah (award) perlu dilakukan untuk mendidik anak. Hukuman diharapkan dapat memberikan efek jera pada anak, namun Anda juga perlu menyesuaikan jenis hukuman yang akan Anda berikan kepada anak dengan jenis kesalahan yang telah ia lakukan. Sedangkan, anak juga berhak mendapatkan hadiah saat ia melakukan sesuatu kebaikan. Hadiah atau award ini merupakan penghargaan atas hal istimewa atau luar biasa yang telah ia lakukan. Dengan adanya punish and award ini dimaksudkan anak akan mengenal sebuah aturan. Karena itu memberikan punish and award memang dapat dijadikan sebagai salah satu cara mengatasi anak nakal.

Baca Juga : Mengatasi Anak Malas Belajar dengan Kapsul Kecerdasan

Demikian beberapa cara mengatasi anak nakal yang mudah Anda lakukan

Jika Anda sudah melakukan beberapa atau semua cara di atas, namun anak Anda tetap nakal dan susah diatur maka sebaiknya Anda segera melakukan cara ke-7, yaitu dengan memberikan Kapsul Kecerdasan yang akan membantu mengubah anak Anda menjadi anak yang penurut dan mudah diarahkan. Informasi selengkapnya silakan klik manfaat Kapsul Kecerdasan.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya : 

Perkembangan Anak Pada Masa Usia Dini

Perkembangan Anak Pada Masa Usia Dini

Perkembangan Anak – Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa. Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral.

Anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual.

Perkembangan anak usia dini adalah masa-masa kritis yang menjadi fondasi bagi anak untuk menjalani kehidupannya di masa yang akan datang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian dari potensi kecerdasan manusia berkembang dengan pesat pada usia dini.

Perkembangan anak pada masa-masa tersebut memberikan dampak terhadap kemampuan intelektual, karakter personal dan kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungan. Kesalahan penanganan pada masa perkembangan anak usia dini akan menghambat perkembangan anak yang seharusnya optimal dari segi fisik maupun psikologi.

Baca Juga : 8 Pengertian Dan Macam Emosi Dalam Psikologi Menurut Para Ahli

Pada anak usia dini Perkembangan, secara khusus ditujukan untuk mendefinisikan perkembangan anak usia 0-8 tahun. Perkembangan anak berbeda dengan pertumbuhannya. Perkembangan anak lebih merujuk pada parameter kualitatif. Sedangkan pertumbuhan anak, kebih bersifat kuantitatif. Dengan demikian, yang dimaksud dengan perkembangan anak usia dini adalah kemajuan kualitas fungsi fisik, psikologi maupun sinergi dari keduanya.

Perkembangan anak usia dini meliputi beberapa bagian, yaitu:

1.   Perkembangan kemampuan motorik.

Seiring dengan pertumbuhannya, sistem syaraf anak anda semakin matang. Ada 2 tipe kemampuan motorik. Yang pertama adalah kemampuan motorik di mana anak anda mampu menggerakkan bagian tubuhnya yang besar, seperti tangan dan kaki. Berjalan, berlari, keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak merupakan bentuk perkembangan anak usia dini pada kemampuan motorik.

Yang perlu dievaluasi pada tahap perkembangan ini adalah kekuatan otot, kualitas gerakan dan sejauh mana anak mampu melakukan gerakan. Sedangkan perkembangan kemampuan motorik yang ke dua adalah kemampuan anak untuk menggerakkan bagian-bagian kecil dari tubuhnya. Seperti jari tangan, jari kaki dan mata. Kemampuan motorik ini dapat dilihat dari kemampuan anak melempar dan menangkap sesuatu, menggambar maupun meraih benda.

2.   Perkembangan fungsi fisik.

Perkembangan anak usia dini pada fungsi fisiknya mengikuti pola tertentu, diantaranya; pada bagian tubuh yang besar lebih awal dibandingkan bagian tubuh yang kecil. Misalnya, perkembangan fungsi tangan dan kaki lebih dulu dibandingkan jari. Pola selanjutnya adalah perkembangan bagian-bagian utama tubuh lebih dahulu dibandingkan bagian lainnya.

Bagian-bagian utama seperti lambung, jantung dan organ inti lainnya lebih dulu dan lebih kuat dibandingkan perkembangan fungsi kaki dan tangan. Dan pola yang terakhir adalah dari bagian atas tubuh menuju bagian bawah. Perkembangan anak usia dini untuk memfungsikan fisiknya dimulai dari kepala baru kemudian ke bagian kaki. Inilah sebab mengapa bayi lebih dulu mampu mengangkat kepalanya dibandingkan berguling.

3.   Perkembangan kemampuan kognitif.

Perkembangan anak usia dini meliputi perkembangan kemampuan kognitifnya. Kemampuan kognitif ini barkaitan dengan daya ingat, kemampuan menganalisa maupun kemampuannya memecahkan masalah. Anak usia dini adalah peneliti kecil, mereka aktif melakukan percobaan dan menganalisa apa yang ada di sekelilingnya. Di sini dukungan lingkungan untuk menunjang perkembangan kognitif anak sangat diperlukan. Interaksi yang sehat antara anak dan lingkungan dapat mengoptimalkan perkembangan kognitifnya.

4.    Perkembangan kemampuan berbahasa.

Penelitian menunjukkan bahwa bagaimana cara orang tua berbicara akan memainkan peran penting dalam perkembangan kemampuan berbahasa pada anak. para peneliti meyakini bahwa penggunaan bahasa ibu akan memudahkan anak untuk belajar bahasa lebih cepat. Awalnya anak hanya mampu mengoceh, kemudian dia mulai bisa mengucapkan sebuah kata. Dengan terus berlatih, anak anda akan mulai bisa menggabungkan 2 kata, hingga kemudian bisa membuat sebuah kalimat sederhana. Kemampuan anak berbahasa merupakan cermin dari kecerdasan anak.

Baca Juga : Cara Membuat Anak Pintar Paling Mudah

Selain dukungan dari orang-orang terdekat maupun lingkungan sekitarnya, perkembangan anak usia dini perlu didukung pula oleh suplai nutrisi yang mencukupi. Ini dikarenakan pada masa perkembangan anak usia dini dibutuhkan zat-zat gizi penting untuk proses pematangan jaringan tubuhnya dan untuk menyediakan energi dalam proses anak bereksplorasi, yaitu dengan mengkonsumsi KAPSUL KECERDASAN.

KAPSUL KECERDASAN berfungsi meningkatkan daya ingat atau kecerdasan maupun prestasi belajar, mengatasi rasa malas belajar, anak sulit di atur, mencegah kepikunan/gampang lupa, meningkatkan rasa percaya diri Putra-putri Anda sehingga tidak minder atau rendah diri dalam pergaulan baik di sekolah maupun di rumah.

Banyak orang tua yang telah merasakan kualitas Kapsul Kecerdasan ini, seperti pengalaman ibu felly berikut ini : “Saya memiliki dua anak. Anak pertama saya sudah 2 tahun & yang kecil baru berumur 3 bulan. Tumbuh kecemburuan dari anak pertama sejak adiknya dilahirkan. Dia menjadi arogan, bandel, susah makan, sulit diatur sampai-sampai saya stress dibuatnya. Syukurlah, masalah ini langsung teratasi semenjak si kakak mengkonsumsi Kapsul Bioenergi. Dia makin sayang adiknya, mudah diatur, perkembangannya juga pesat.” (Ibu felly Rahmawati, pengusaha warung makan, 34 tahun).

PESAN SEKARANG JUGA.

Pahami Perkembangan Anak Anda & wujudkan masa depan anak Anda yang gemilang.

Untuk KONSULTASI GRATIS & PEMESANAN KAPSUL KECERDASAN  silahkan hubungi :

081 727 4077 (Ibu Eny) atau 081 827 8880 (Bpk. Agus)

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :