Bagaimana Cara Mengatasi Anak Minder Tidak Percaya Diri Berlebihan?

Bagaimana Cara Mengatasi Anak Minder Tidak Percaya Diri Berlebihan?

Cara Mengatasi Anak Minder

Setiap anak memiliki keunikan dan keistimewaan serta karakter dan pribadi yang berbeda-beda. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi bisa karena genetik ataupun faktor lingkungan termasuk pola asuh. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan tumbuh kembang yang berbeda-beda, dan juga bisa berpengaruh pada rasa kepercayaan diri, kemandirian, kepatuhan dan sebagainya. Karena itu ada anak yang kemudian menjadi minder, atau sebaliknya terlalu berani bahkan sulit di kontrol. Yang paling penting dalam mensikapi tumbuh kembang anak adalah bagaimana orang tua memberikan pendampingan dan suport agar anak bisa menjadi dirinya sendiri, mandiri, tidak minder, dan patuh kepada orang tua serta guru. Jika anak Anda terlihat memiliki sifat minder maka sebaiknya segera temukan cara mengatasi anak minder tidak percaya diri yang berlebihan.

Namun dalam mencari solusi atau cara mengatasi anak minder tidak percaya diri juga harus disesuaikan dengan kondisi anak. Orang tua hanya bisa memngarahkan dan memantau tumbuhkembangnya dan bukan memaksakan sesuatu kepada anak. Karena sesuatu yang dipaksakan akan berakibat fatal pada jiwa serta mental dan psikologisnya. Sehingga dalam jangka panjang justru bisa membuat anak mengalami masalah dalam kehidupannya.

Untuk itu agar anak tidak minder dan rasa percaya diri meningkat, orang tua wajib mencari solusi dan itu memerlukan pendekatan hati. Dengan cara itu orang tua bisa memberikan sesuatu yang tepat yang bisa membuat anak jadi lebih baik, tanpa meninggalkan karakter dan keunikan yang ada pada dirinya, Karena sesungguhnya setiap anak itu cerdas sehingga dengan pengelolaan diri anak yang baik, dibarengi dengan pembentukan karakter positif serta meningkatkan kualitas energinya anak bisa memiliki kepercayaan diri yang baik, bisa meningkatkan kemandiriannya sehingga siap berkompetisi dalam kehidupan. Berikut beberapa cara mengatasi ranak minder tidak percaya diri yang dikutip dari https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/ yang bisa Anda coba:

Pertama, berikan dukungan dan semangat.

Cara Mengatasi Anak Minder

Dukungan dan semangat, khususnya dari orang tua, sangat diperlukan anak. Berilah selalu dukungan, jangan melarang apa yang anak inginkan selama itu positif. Berikan semangat agar anak pun ikut semangat dalam mencapai apa yang ia inginkan. Beri pemahaman terhadap risiko dan keuntungan dari apa yang ia ingin lakukan, apakah itu baik untuknya atau tidak. Tentunya berbicara dengan baik dan halus, jangan buat anak merasa takut dan pesimis tidak dapat mencapainya. 

Baca juga: Cara Meningkatkan Daya Ingat dan Lebih Percaya Diri

Kedua, jangan sekali-kali berkata kasar

Ketika anak melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan, jangan sesekali memarahinya dengan kasar apalagi sampai berkata ”bodoh” atau ”tolol”. Jika orang tua berkata begitu tentu anak akan merasa minder dan merasa dirinya bodoh karena mereka belum dapat mengontrol emosinya, sehingga apa yang diterimanya dianggap sebagai suatu kebenaran. Itu akan mempengaruhi semangat anak, merasa tidak percaya diri lagi, dan tidak mau mencobanya lagi. Untuk itu, ketika anak melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan berikan motivasi kembali. Berikan pemahaman bahwa dirinya belum gagal dan berikan dorongan agar tidak menyerah dalam mencapai apa yang diinginkan.  

Ketiga, puji dan berikan penghargaan

Keberhasilan yang diraih anak merupakan suatu kebanggaan bagi orang tua. Untuk menghargai itu, berikan pujian dan penghargaan kepada anak. Pujilah anak bahwa ia hebat, ia mampu menyelesaikannya dan dapat mencapainya. Berikanlah penghargaan, misalnya dengan memberikan apa yang anak inginkan. Dengan begitu anak akan terdorong untuk lebih meningkatkan lagi kemampuannya.  

Keempat, membantu mengembangkan bakat

Rasa minder terjadi karena anak tidak memiliki kepercayaan pada kemampuannya. Sebagai orang tua yang tahu perkembangan anaknya dan mampu melihat bakat apa yang dimiliknya, sebaiknya mampu membantu kembangkan bakat yang dimiliki anak tersebut. Seperti contoh anak sangat suka menari, orang tua bisa mengajarkan bahkan memasukan anak dalam sanggar tari, bisa jadi kesukaannya itu menjadi sebuah bakat. Sehingga anak tahu apa yang menjadi bakatnya, dan berusaha untuk melatih dan mengembangkan bakatnya itu.  

Kelima, latihlah anak untuk berani becara kepada orang lain dan berikan contoh

Berdasarkan pengalaman penulis, yang diajarkan orang tua ketika penulis kecil adalah dengan mengajarkan berbicara kepada orang lain. Dengan mengajarkan anak berbicara dengan orang lain akan menjadi salah satu cara menghindarkan anak dari rasa minder. Contoh kecil saja, anak dilatih untuk menyapa tetangga. Ketika anak lewat depan rumah tetangga atau ada tetangga yang lewat depan rumah, contohkan untuk selalu menyapa. Hal tersebut akan ditiru anak dan tentunya dengan pemahaman orang tua untuk mengajarkan menyapa. Dengan begitu anak akan terbiasa berbicara kepada orang lain tanpa ada rasa malu, tentunya juga diajarkan sopan santun saat berbicara kepada orang lain, terutama kepada orang yang lebih tua.

Lalu bagaimana cara melatih seorang anak agar memiliki rasa percaya diri yang baik? Berikut adalah 10 cara  supaya anak tidak minder dan memiliki rasa percaya diri yang baik seperti dilansir dari http://www.astaga.com/ sebagai berikut:

1. Jangan pernah menakut-nakuti anak

Cara Mengatasi Anak Minder

Adakalanya tanpa alasan yang jelas anak bisa menjadi rewel dan nakal. Ia juga belum bisa mengendalikan dirinya sehingga ketika kenakalan atau rewelnya muncul di tempat dan waktu yang tidak tepat orang tua terpancing emosinya. Untuk itu dengan spontan bisa menakuti anak demi membuat kenakalannya mereda. Misalnya dengan mengatakan “Kalau kamu masih nakal, nanti dimakan hantu”.

Kebiasan menakut-nakuti anak, dapat membuat seseorang menjadi penakut, minder, mudah pesimis, dan bisa membuatnya apatis. Kebiasaan tersebut dapat tertanam dalam benak anak sehingga bisa mempengaruhi kehidupannya di masa yang akan datang. Alangkah lebihbaiknya jika Anda memberi tahukan alasan sebenarnya mengapa hal tersebut dilarang untuk dia lakukan. Tentu saja dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Dengan cara demikian anak memiliki alasan yang jelas untuk tidak melakukannya.

2. Hindari memarahi anak tanpa sebab yang jelas

Tanpa kita sadari dalam memberikan perhatian kepada anak, dalam merawat dan mendidiknya kita sebenarnya telah menzalimi anak-anak kita. Karena kita memberikan sisa waktu kita kepada mereka. Kesibukan kita yang melelahkan terkadang tanpa kita sadari memicu emosi sehingga anaklah yang menjadi pelampiasannya. Saat anak bertanya tentang suatu hal saat kita dalam kondisi lelah bisa membuat kita marah bahkan meledak-ledak yang membuat mereka takut. Semu itu bisa terjadi karena tenaga dan pikiran kita telah habis di tempat kerja.

Hal ini bisa membuat anak bingung karena tidak tahu apa kesalahan mereka dan ini bisa menciutkan nyalinya untuk menjadi anak yang kritis. Belum lagi akan melukai perasaannya dan hal ini akan membuat anak memprotreksi diri terhadap orang tua. Anak jadi sulit bersikap terbuka, takut diajak diskusi dan bisa jadi menjadi mudah berbohong agar kita tidak marah kepadanya.

Sebagai manusia biasa boleh saja Anda marah, tapi kemarahan Anda haruslah memiliki alasan. Sehingga  anak akan tahu kesalahannya dan diharapkan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kitra orang tua juga harus sadar diri bahwa kehangatan kita yang mereka butuhkan bukan sikap wibawa yang menakutkan.

Baca juga: 6 Dampak Buruk Kekerasan Pada Anak Secara Psikis

3. Tidak memberi predikat buruk pada anak

Terkadang tanpa disadari orangtua memberi predikat atau label tertentu pada anaknya. Misalnya si pemalas, si nakal, si lemot dan lain-lain. Meskipun dengan tujuan bercanda kebiasaan memberi label buruk ini tidak dapat dibenarkan. Hal ini bisa tertanam dalam alam bawah sadar anak dan selanjutnya lebel buruk itu akan terus melekat dan mempengaruhi tindakannya.

Ini bisa memicu anak untuk semakin mendekat pada lebel buruk yang kita sematkan. Karena ia akan cenderung berpikir bahwa apapun yang ia lakukan tetap saja ia adalah anak seperti lebel yang ia miliki. Hal ini juga bisa berpengaruh pada sikap mental yang ia miliki karena sesungguhnya hati kecilnya tidak mau terima lebel buruk apapun namun ia tidak kuasa berbuat apa-apa untuk membela dirinya. Yang paling menakutkan dari pemberian lebel buruk pada anak adalah ia akan puntya pemikiran, “ah…. ngapain aku rajin, nagapain aku belajar toh tetap saja aku anak malas dan anak bodoh dimana orang tua”.

Ini disebabkan karena seorang anak belum memiliki pemahaman yang baik dalam berkomunikasi dengan orang lain. Label buruk yang dia terima akan membuat dia minder dan merasa bahwa label itu benar adanya.  Jika anak memiliki kekurangan, lebih baik beri dia semangat untuk merubahnya. Dukung anak untuk melakukan yang terbaik.

4. Melibatkan anak dalam membuat keputusan

Cara Mengatasi Anak Minder

Dalam hal-hal tertentu melibatkan anak untuk membuat sendiri keputusan patut Anda coba. Misalnyamemberi kesempatan pada anak untuk memutuskan apa yang ingin dia pakai dalam acara perpisahan sekolah. Atau kado apa yang harus dia berikan kepada temannya. Membiasakan anak untuk membuat sendiri keputusan akan melatih dirinya untuk lebih percaya diri bahwa keputusan yang dia ambil adalah benar dan hal tersebut hendaknya Anda dukung.

Dengan membiasakan anak terlibat dalam mengambil keputusan berkaitan dengan dirinya juga mengajarkan anak tanggung jawab. Karena pilihannya akan membuat ia memiliki konsekuensi pada tindakannya kemudian. Dengan begitu secara otomatis akan meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri dalam hidupnya meski diawali dengan hal-hal yang kecil terlebih dahulu.

5. Jangan memanjakan anak

Sebagai orangtua wajar jika Anda memanjakan anak, terutama seorang ibu. Tapi jangan berlebihan dalam memberikan kasih sayang kepada anak sehingga anak menjadi manja. Karena anak yang dimanja yang selalu dilayani dan dituruti keinginannya, akan sangat bergantung seluruhnya kepada orang tuanya. Hal tersebut akan terbawa hingga dia dewasa nanti.

Begitu pula ketika anak menginginkan sesuatu yang tidak biasa karena mengikuti trend yang ada atau mengikuti gaya hidup temannya, sebaiknya orang tua berani bersikap tegas. Katakan tidak jika itu bisa membuatnya kurang baik. Atau kalaupun itu merupakan kebutuhan dan karena Anda mampu memenuhinya berilah pemahaman agar anak tahu prosesnya untuk mendapatkan sesuatu. Pelajaran bahwa untuk mendapatkan segala sesuatu tidak mudah sangat penting Anda tanamkan pada anak. Sehingga anak akan mampu menghargai sesuatu, paham kesulitan yang dialami orang tua dan yang terpenting paham bahwa segala sesuatu ada prosesnya.

Mulai saat ini latihlah anak Anda untuk mengerjakan sendiri tugas sehari-harinya dan pujilah dia atas apa yang telah dia lakukan. Arahkan juga ketika melakukan kekeliruan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jangan memenuhi semua permintaan dan keinginannya begitu saja. Jelaskan padanya bahwa tidak semua permintaan harus dituruti. Karena selalu ada prioritas dalam hidup ini. Dengan demikian anak akan memahami keadaan dan dapat membangkitkan rasa percaya diri seorang anak.

6. Komunikasi yang baik

Sesibuk apa pun Anda, sebagai orang tua sebaiknya Anda selalu meluangkan waktu untuk berbincang atau sekedar ngobrol dengan mereka. Topik-topik ringan seputar sekolah, teman-temannya atau berita-berita terhangat dapat menjadi bahan obrolan Anda dan buah hati. Anda juga bisa menanyakan kesulitan yang dia alami di sekolah, bagaimana teman-temannya bersikap kepadanya atau prestasi belajarnya. Sehingga anak akan merasa diperhatikan meski Anda cukup sibuk. Quality time untuk anak harus Anda prioritaskan agar anak selalu merasakan kasih sayang Anda orang tuanya.

Bila perlu mintalah mereka mengomentari sebuah isu dan mintalah pendapat mereka akan sebuah perisitiwa. Ajaklah anak untuk berpikir kritis dalam menyikapi segala sesuatu. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya dirinya dalam mengemukakan pendapat.

7. Biarkan anak bereksplorasi

Terapkan  pola asuh yang baik pada anak sejak ia masih bayi, dengan cara memberikan kesempatan untuknya untuk melakukan eksplorasi terhadap segala hal yang ia inginkan. Tentu saja Anda harus senantiasa melakukan pengawasan, apabila si kecil melakukan aktivitas, eksplorasi atau hal lainnya yang beresiko membahayakan untuknya. Biarkan si kecil tumbuh dan berkembang membangun citra dirinya.

Exsplorasi dirinya akan mampu membangkitkan kreativitasnya. Dengan cara ini pula anak bisa menemukan kesukaannya dan juga kita orang tua punya kesempatan untuk menggali bakatnya. Melalui apa yang ia lakukan kita juga bisa membantunnya menemukan jatri dirinya. Yang terpenting kita harus senantiasa menyelipkan nilai-nilai moral, ahlak dan agama dalam setiap apa yang dilakukannya dan apa yang ditemukannya dalam melakukan eksplorasi diri tersebut.

8. Selalu mendukung

Dukungan serta dorongan orang tua adalah hal paling penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak. Saat anak belum berhasil melakukan sesuatu, jangan pernah mengucilkan atau menganggapnya lemah, hal ini hanya akan membuat anak tertekan dan semakin tidak percaya diri.

Yang seringkali terjadi pada saat anak terima raport dari sekolah. Kebanyakan orang tua akan melihat hasil belajar melalui nilai yang didapat si anak. Dan ketika hasil dari si anak tidak sesuai ekspektasi orang tua maka orang tua jadi merubah kebijakan yang menekan anak. Sehingga alih-alih menjadi lebih baik, anak akan kehilangan kepercayaan diri dan bisa juga kehilangan jatidirinya.

Untuk itu, tetap berikan motivasi dan kepercayaan  bahwa anak bisa melewati dan melakukannya. Meberikan dukungan bukan semata memberikan fasilitas yang anak butuhkan tapiu cinta dan kasih sayang, pelukan hanyat serta doa yang tulus dari orang tua akan menjadi dukungan dan suport yang paling utama.

9.Latih anak bersosialisasi

Sejak kecil, latih ketrampilan sosialnya dengan sering mengajaknya bertemu dengan orang lain. Ajak dia bermain ke tempat dimana banyak dijumpai anak kecil seusianya. Dan biarkan dia berinteraksi dan bersosialisasi. Biarkan dia belajar berkomunikasi dengan orang lain, selain keluarganya.

Kalau perlu masukan dia ke sekolah bermain (play group) untuk mengasah ketrampilan sosialnya. Namun jangan memaksa jika anak belum siap sekolah. Karena usia di bawah lima tahun belum ada kewajiban sekolah. Lebih baik Anda ajarkan ketrampilan sosialnya secara alami dengan mengajaknya bermain dengan anak tetangga atau siapapun orang di lingkungan Anda.

10. Berikan pujian

Berikan pujian atas apapun hal postif yang dia lakukan, sekecil apapun itu. Pujian tidak mesti diberikan atas prestasi di sekolah. Keberhasilan dia mengambil minum sendiri tanpa tumpah juga merupakan prestasi yang perlu Anda apresiasi. Atau saat dia berhasil memakai sepatunya sendiri. Mandi sendiri, sikat gigi sensiri dan menjemur handuknya sendiri juga merupakan prestasi untuk kemandiriannya. Ungkapkan rasa bangga Anda padanya dengan mengatakan “Pinter banget sih anak bunda, makasih ya sayang..”.

Jangan lupa ya moms, anak adalah permata yang tidak saja perlu dijaga tapi juga diasah agar makin berkilau. Didik dan ajarkan dia hal-hal positif sejak dini, dengan tetap mencurahkan kasih sayang yang tulus. Anak yang tumbuh dalam didikan yang baik dan penuh kasih sayang, akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri sekaligus percaya diri. Hal ini menjadi salah satu kunci suksesnya kelak.

*******

Jika Anda sudah melakukan berbagai cara sebagaimana di jabarkan diatas dan namun hasilnya belum seperti yang anda harapkan. Anak Anda masih menalami masalah minder dan tidak percaya diri, dapatkan cara yang berbeda dengan Kapsul Kecerdasan Bioenergi.

Kapsul Kecerdasan Bioenergi merupakan solusi yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan dan juga masalah anak-anak Anda. Tidak hanya meningkatkan prestasi belajar, kecerdasan akademis dan daya ingat, namun juga bekerja secara menyeluruh dalam menyeimbangkan frekuensi gelombang otak. Sehingga 4 belahan otak bisa berfungsi lebih optimal, meningkatkan kecerdasan emosional, spiritual bahkan bisa menjadi cara mengatasi anak minder tidak percaya diri akibat gangguan psikologisnya.

Kapsul kecerdasan bioenergi mengandung energi bioelektromagnetik frekuensi tertentuy yang sesuai kebutuhan anak. Kapsul kecerdasan juga bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah anak dengan lebih cepat dan efektif. Termasuk untuk mengatasi anak bandel, susah diatur, malas, sulit konsentrasi, susah makan dan juga untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Selengkapnya tentang manfaat kapsul kecerdasan, silakan klik>> Kapsul Kecerdasan Mengatasi Masalah Anak Cepat & Efektif 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hubungi kami di WhatsApp