4 Cara Mengatasi Hernia Pada Anak Secara Alami

4 Cara Mengatasi Hernia Pada Anak Secara Alami

Hernia pada anak – Apakah anak Anda mengalami tonjolan lunak pada area pusar atau alat kelaminnya, rasa nyeri, mual dan muntah? Jika anak Anda mengalami beberapa hal tersebut, kemungkinan anak Anda mengalami sakit hernia. Hernia adalah penyakit yang terjadi jika ada organ dalam tubuh yang menekan dan mencuat melalui jaringan otot ataupun jaringan di sekitarnya yang lemah. Penyakit hernia bia dideteksi melalui pemeriksaan fisik, namun bisa juga disertai dengan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan USG perut.

Penyakit hernia bisa dialami oleh siapa pun, baik laki-laki maupun perempua, mulai dari bayi yang baru saja lahir hingga orang tua. Hernia ini sendiri ada dua jenis, yaitu hernia umbilikus dan hernia inguinalis. Hernia umbilikus adalah hernia yang ditandai dengan adanya tonjolan lunak pada daerah pusar. Sedangkan, hernia inguinalis adalah hernia yang ditandai dengan adanya tonjolan pada daerah sekitar alat kelamin. Meski dinilai sebagai salah satu penyakit tidak berbahaya, namun penyakit hernia pada anak ini harus segera diatasi agar anak bisa merasa nyaman dan sehat.

Mengatasi penyakit hernia  sebaiknya tidak langsung mengambil langkah operasi ataupun pembedahan. Bagi Anda yang memiliki anak menderita hernia, jangan cemas karena penyakit ini bisa diatasi dengan cara alami. Berikut ini beberapa cara mengatasi penyakit hernia pada anak tanpa melalui operasi medis. Namun, sebelumnya, akan dijelaskan beberapa gejala penyakit hernia ini. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Cara Mengobati Anak Sakit dengan Kapsul Kecerdasan

Gejala penyakit hernia pada anak

Hernia pada anak umumnya memiliki gejala yang sama terhadap penderita hernia pada orang dewasa. Beberapa gejala hernia tersebut antara lain:

  • Rasa nyeri pada area di perut bagian bawah
  • Nyeri yang disertai adanya gejala gangguan pencernaan
  • Nyeri disertai demam
  • Rasa nyeri akan makin kuat ketika anak batuk, mengejan, atau menangkat beban berat
  • Muncul tonjolan di area selangkangan atau di area perut yang akan menjadi makin besar ketika posisi anak berdiri atau tekanan pada perut meningkat

Cara mengatasi hernia pada anak dengan memanfaatkan bahan alami atau herbal

Bagi anak yang berusia lebih dari 3 tahun yang sudah bisa mengonsumsi berbagai jenis bahan makanan herbal, bisa mengupayakan kesembuhan hernia pada anak dengan memanfaatkan beberapa ramuan herbal berikut ini.

1.Mengatasi hernia pada anak dengan minum teh

Teh memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya dapat menyembuhkan hernia. Hanya dengan memberikan teh hangat pada anak setiap hari secara teratur maka dapat menyembuhkan keluhan hernia.

2. Mengatasi hernia pada anak dengan minum wedang jahe

Jahe sebagai salah satu rempah berkhasiat juga dipercaya dapat mengatasi hernia pada anak. Hanya dengan memberikan air rebusan jahe setiap hari pada anak maka akan mampu menghilangkan penyakit hernia tersebut.

3. Mengatasi hernia pada anak dengan mengonsumsi yoghurt

Yoghurt sebagai makanan bernutrisi juga ampuh dalam mengatasi hernia. Untuk itu, berikan yoghurt pada anak setiap hari maka akan mampu menyembuhkan anak Anda.

Baca Juga : Penyakit Anak Usia Dini Yang Harus Anda Ketahui

Demikian beberapa cara mengatasi penyakit hernia pada anak secara alami. Jika Anda sudah melakukan beberapa atau semua cara di atas, namun penyakit hernia yang anak Anda derita belum juga kunjung sembuh maka sebaiknya Anda segera melakukan cara terakhir, yang sangat efektif menyembuhkan berbagai jenis penyakit, salah satunya hernia. Cara yang dimaksud tersebut adalah dengan memberikan Kapsul Bioenergi pada anak Anda. Selain menyembuhkan penyakit hernia pada anak, Kapsul Bioenergi juga bermanfaat untuk meningkatkan kinerja otak anak secara maksimal, meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan fokus anak sehingga anak Anda menjadi cerdas dan berprestasi.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Anak Manja Anda Bisa Menjadi Mandiri Dengan 5 Cara Ini

Anak Manja Anda Bisa Menjadi Mandiri Dengan 5 Cara Ini

Anak Manja – Saat mulai memandirikan anak, hindari marah bila anak “lama” melakukan sesuatu. Ingat, segala sesuatu butuh proses.Pola asuh orangtua di rumah menentukan kemandirian anak. Anak usia 2-3 tahun sebenarnya sudah bisa dilatih mandiri. Namun tak sedikit balita yang terbiasa melakukan sesuatu dengan bantuan atau “intervensi” pengasuh dan orangtua. Anak manja selalu dilayani kebutuhannya. Kalau sudah begini, jangan heran jika anak sulit mandiri karena terlanjur serba dilayani.

Tapi tenang saja, Anda masih bisa mengubah pola yang sudah terbentuk itu. Berikut cara mengubahnya :

1. Kompak

Ajak bicara anak dan orang-orang di lingkungan sekitar, yaitu kakek, nenek, dan pengasuhnya. Tujuannya agar terjadi persamaan perlakuan terhadap anak sehingga apa yang menjadi target tercapai.

Semua harus di bawah satu komando, yaitu orangtua, bagaimana metode yang akan ditempuh dalam memandirikan anak. Kekompakan dalam keluarga bisa membuat anak manja anda percaya diri.

2. Bersabar

Selanjutnya, mulai terapkan program memandirikan anak. Hindari marah bila anak “lama” melakukan sesuatu. Ingat, segala sesuatu butuh proses.

Baca Juga :8 Pengertian Dan Macam Emosi Dalam Psikologi Menurut Para Ahli

3. Komunikasi

Anak manja selamanya tidak akan sadar bahwa ia termasuk anak yang manja jika Anda tidak menyampaikan atau berusaha merubahnya. Sampaikan apa yang menjadi harapan orangtua. Katakan saja, misalnya “Kakak sudah besar. Jadi, mulai sekarang Kakak bisa mandi sendiri, ya.”

Berikan arahan dengan nada datar dan pendek, juga tidak cepat karena rentang perhatian anak yang masih singkat. Seperti, “Ya, sekarang buka sepatunya, lalu kaus kakinya, ya. Simpan di rak sepatu.” Bisa juga dengan kalimat, “Ayo siapa yang paling cepat memakai sepatu, Ayah atau Kakak?”

4. Konsisten

Bila anak bosan, merasa tidak mampu, merasa dipaksa, maka akan gagal program Anda untuk melatih anak mandiri. Katakan kepadanya, “Semua ini kebutuhan kamu. Kalau kamu tidak mau makan sendiri, nanti merasa lapar.” Jadi, tetap berikan dukungan, bukan bantuan.

5. Apresiasi

Anak manja butuh apresiasi. Ketika anak berhasil mencapai suatu target kemandirian, berikan reward yang membuat anak merasa bangga dengan dirinya. Anak akan merasa percaya diri dan meyakini bahwa ia mampu melakukan sendiri.

Penting diingat, meminta anak melakukan sesuatu bukan berarti Anda tak sayang atau tak mau memerhatikan anak. Orang lain mungkin saja menilai Anda sebagai “Ratu atau Raja Tega”, biarkan saja. Toh, Anda melakukannya tanpa kekerasan, ancaman, atau hukuman. Prinsipnya, Anda ingin mengubah paradigma selalu dibantu dan diladeni ini. Yang juga perlu diingat, persaingan di era masa depan sangat ketat. Kalau anak tak mandiri sejak dini, ia tak siap menghadapinya.

Untuk melatih anak lebih mandiri & bisa cepat tanggap dalam perkembangannya, Anda perlu memberinya nutrisi sehat untuk otak Anak, yaitu dengan KAPSUL KECERDASAN.

KAPSUL KECERDASAN berfungsi meningkatkan daya ingat atau kecerdasan maupun prestasi belajar, mengatasi rasa malas belajar, anak sulit di atur, mencegah kepikunan/gampang lupa, meningkatkan rasa percaya diri Putra-putri Anda sehingga tidak minder atau rendah diri dalam pergaulan baik di sekolah maupun di rumah.

Banyak orang tua yang telah merasakan kualitas Kapsul Kecerdasan ini, seperti pengalaman ibu felly berikut ini : “Saya memiliki dua anak. Anak pertama saya sudah 2 tahun & yang kecil baru berumur 3 bulan. Tumbuh kecemburuan dari anak pertama sejak adiknya dilahirkan. Dia menjadi arogan, bandel, susah makan, sulit diatur sampai-sampai saya stress dibuatnya. Syukurlah, masalah ini langsung teratasi semenjak si kakak mengkonsumsi Kapsul Bioenergi. Dia makin sayang adiknya, mudah diatur, perkembangannya juga pesat.” (Ibu felly Rahmawati, pengusaha warung makan, 34 tahun).

PESAN SEKARANG JUGA.

Jadikan Anak Manja Anda Menjadi Anak Yang Mandiri & wujudkan masa depan anak Anda yang gemilang.

Untuk KONSULTASI GRATIS & PEMESANAN KAPSUL KECERDASAN  silahkan hubungi :

081 727 4077 (Ibu Eny) atau 081 827 8880 (Bpk. Agus)

Baca Artikel Menarik Lainnya :

7 Tips Agar anak Kebal Penyakit

7 Tips Agar anak Kebal Penyakit

Agar anak kebal penyakit – Seorang anak tidak terlahir dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat sehingga perlu ada upaya untuk menguatkannya. Saat berada di dalam rahim ibu, seorang bayi sangat terlindungi. Akan tetapi, ketika lahir ke dunia, ia akan terpapar berbagai macam bakteri dan virus. Inilah alasan bayi rentan terhadap berbagai penyakit.

Ketika beranjak dewasa, jika diberi asupan makanan yang tepat, sistem imunnya akan terus menguat. Membatasi secara ketat atau terlalu protektif terhadap anak-anak memang tidak baik karena hal itu justru akan menghambat perkembangan kekebalan tubuh.

Namun, ada pula hal-hal yang harus dijaga dan dipelihara pada masa tumbuh kembang mereka. Sebab, jika tidak, kekebalan tubuh anak akan melemah sehingga mereka jadi rentan terhadap penyakit.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan orangtua dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh anak-anaknya agar anak kebal penyakit.

7 Tips Agar anak Kebal Penyakit

1. Pastikan diberi ASI

Sudah dibuktikan oleh para peneliti bahwa air susu ibu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Tak hanya itu, ASI juga memiliki keistimewaan lain, seperti menurunkan risiko bayi terkena obesitas, juga meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anaknya. Menurut American Academy of Pediatrics, ibu harus menyusui bayinya selama satu tahun. Jika tidak memungkinkan, para ibu paling tidak harus menyusui selama enam atau tiga bulan pertama usia bayi.

Baca Juga : 9 Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas Dan Sehat

2. Makanan segar

Penting artinya mengonsumsi buah dan sayuran segar, terlebih untuk anak-anak. Dengan mengonsumsi makanan segar, sistem kekebalan tubuh akan meningkat. Banyak sekali jenis sayuran dan buah yang kaya antioksidan dan vitamin C. Maka dari itu, sertakan juga buah dalam daftar harian diet sebagai pengganti biskuit dan keripik untuk makanan selingan anak Anda.

3. Hindari makanan cepat saji dan olahan

Tentu anak-anak menyukai dua jenis makanan ini, tetapi bukan berarti makanan tersebut sehat untuk mereka. Pasalnya, di dalamnya terdapat berbagai bahan kimia dan zat adiktif yang dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, orangtua dianjurkan untuk menumbuhkan kebiasaan makan yang sehat bagi anak-anaknya di rumah.

4. Olahraga

Olahraga adalah salah satu cara jitu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk anak-anak. Jangan biarkan anak-anak hanya terpaku di depan televisi setiap mereka berada di rumah. Ajaklah mereka bermain, melakukan kegiatan olahraga. Dengan cara ini, selain dapat menambah keeratan keluarga Anda, sistem kekebalan tubuh pun meningkat.

5. Kebersihan pribadi

Tanamkan kebiasaan hidup sehat kepada anak Anda dengan cara menjaga kebersihan pribadi dengan cara cuci tangan pakai sabun setelah keluar dari kamar mandi atau sebelum makan. Hal lain yang perlu dilakukan orangtua adalah mengganti sikat gigi anak-anaknya sesering mungkin. Sikat gigi merupakan salah satu pembawa kuman dan membutuhkan penanganan yang higienis. Penggunaan sikat gigi secara bersamaan juga harus dihindari.

6. Kurangi antibiotik

9 Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas Dan Sehat

Menjadi hal yang umum jika orangtua kerap meminta dokter menuliskan resep obat (antibiotik) untuk anak mereka di saat sakit pilek, sakit tenggorokan, atau flu. Padahal, penyakit-penyakit tersebut hanya membutuhkan beberapa solusi alami ataupun obat-obatan ringan. Dokter berpendapat bahwa flu dan kebanyakan penyakit anak lainnya disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Oleh karena itu, setiap kali sakit, anak tidak selalu perlu diberi antibiotik. Penggunaan antibiotik yang sering justru melemahkan sistem kekebalan tubuh anak.

7. Tidur yang cukup

Anak-anak membutuhkan tidur lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa agar mereka tetap sehat. Jika kurang tidur dapat menurunkan kinerja dan sistem kekebalan tubuh orang dewasa, masuk akal apabila anak-anak pun mengalaminya, bahkan mungkin lebih buruk. Menurut para pakar, anak-anak prasekolah membutuhkan 10 jam untuk tidur, balita 12-13 jam, dan bayi 18 jam. Maka dari itu, orangtua harus memastikan anak-anaknya tetap mendapat jumlah jam tidur tersebut.

Baca Juga : 5 Manfaat Kasih Sayang Ibu Kepada Anaknya

Demikian beberapa Tips Agar anak Kebal Penyakit yang perlu Anda perhatikan

Jika Anda sudah mengikuti beberapa atau semua cara di atas, namun anak Anda masih saja mengalami kesulitan belajar sehingga prestasinya menurun maka sebaiknya Anda segera memberikannya Kapsul Kecerdasan yang akan ampuh meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan fokus dalam belajar secara alami sehingga anak Anda semakin cerdas dan berprestasi.

Baca juga: Kapsul Bioenergi, meningkatkan kecerdasan anak secara alami

Baca Juga Artikel Menariik lainnya :

Hubungi kami di WhatsApp